Dalam berbagai acara dan kesempatan, dalam penanganan kasus-kasus yang dihadapi bangsa ini, istilah "mental" pasti akan disebut-sebut sebagai salah satu sumber penyebab kebobrokan bangsa ini. Namun sebenarnya darimana mental itu terbentuk? bagaimana seseorang mempunyai mental?
Ada beberapa hal yang menjadikan seseorang memiliki apa yang dinamakan mental.
1. Faktor biologi-anatomi :
a. otak dan susunan saraf pusatnya
b. Organ-organ tubuh yang seimbang dan sesuai
c. sistem kerja semua organ dan otak yang sesuai
2. Faktor dari luar tubuh sendiri :
a. Lingkungan keluarga
b. Psikososial (umur, daerah, pekerjaan, pendapatan, status sosial dll)
c. Lingkungan sosial
d. dan berbagai faktor lain seperti : polusi, cuaca dan lain sebagainya
Bagaimana mental terbentuk :
Mental terbentuk karena ada beberapa proses :
1. Pengumpulan Informasi atau data yang didapatkan dari panca indera
2. .....
continued
Consultation-liaison psychiatry atau dikenal dengan Psikiatri Konsultasi Liaison merupakan salah satu sub spesialisasi dalam psikiatri yang menekankan pada keterkaitan-hubungan kondisi medis dengan psikiatri. Liaison psychiatry meliputi area psychosomatic medicine (psikosomatik medik), health psychology (psikologi kesehatan) dan neuropsychiatry (neuropsikiatri).
Friday, July 11, 2008
Saturday, July 5, 2008
Agresifitas intelektual
Kebebasan mengeluarkan pendapat sebagai salah satu ujud demokrasi di Indonesia merupakan langkah yang sangat bagus dan perlu mendapat apresiasi yang tinggi. Segala bentuk ungkapan yang bersifat membangun, kritik yang toleran dan masukan yang elegan membuat bangsa ini semakin maju dan terdidik.
Di sisi lain, ada orang-orang yang melakukan usaha mengungkapkan pendapatnya dengan cara turun ke jalan dengan dimotori oleh sejumlah intelektual muda (mahasiswa) yang berpikiran maju dan dinamis serta berwawasan masa depan (seharusnya). Namun yang terjadi bukannya suatu solusi dan masukan yang optimal namun malah sebaliknya, kerusuhan, penganiayaan, pengrusakan, dan lain sebagainya.
Sebagai intelektual-intelektual seharusnya mampu untuk berpikir lebih realistis dan logis, tanpa mengesampingkan perasaan dalam meraba rasakan situasi.
Sangat disayangkan yang seharusnya para mahasiswa tersebut memberikan tenaga dan pikirannya untuk membangun bangsa, namun malah digunakan untuk merusak fasilitas milik bangsa yang nantinya yang membayar juga dari uang rakyat pada akhirnya. Sungguh menyedihkan.
Berapa banyak kerugian yang harus ditanggung oleh sebagian besar rakyat ini untu membayar semua kerusakan-kerusakan, waktu yang terbuang dan ketakutan secara psikologis akibat perbuatan-perbuatan yang sama sekali tidak mencerminkan seorang intelektual tersebut.
Siapa yang salah?
darimana harus memulai untu memperbaiki mental-mental tersebut?
1. Dari pendidikan paling dasar dan paling dekat yaitu KELUARGA.
2. Pemahaman tentang realita dan cita-cita yang seimbang
3. Reward and punishment yang sesuai. jangan sampai maling uang 500.000 dihukum 3 bulan, maling uang 500.000.000.000 dihukum 3 tahun. Sangat ironis.
4. Berikan ruang dan pengertian yang lebih luas kepada pendidikan sopan santun di negeri ini.
Ronny Tri Wirasto
Medical School Gadjah Mada University
Di sisi lain, ada orang-orang yang melakukan usaha mengungkapkan pendapatnya dengan cara turun ke jalan dengan dimotori oleh sejumlah intelektual muda (mahasiswa) yang berpikiran maju dan dinamis serta berwawasan masa depan (seharusnya). Namun yang terjadi bukannya suatu solusi dan masukan yang optimal namun malah sebaliknya, kerusuhan, penganiayaan, pengrusakan, dan lain sebagainya.
Sebagai intelektual-intelektual seharusnya mampu untuk berpikir lebih realistis dan logis, tanpa mengesampingkan perasaan dalam meraba rasakan situasi.
Sangat disayangkan yang seharusnya para mahasiswa tersebut memberikan tenaga dan pikirannya untuk membangun bangsa, namun malah digunakan untuk merusak fasilitas milik bangsa yang nantinya yang membayar juga dari uang rakyat pada akhirnya. Sungguh menyedihkan.
Berapa banyak kerugian yang harus ditanggung oleh sebagian besar rakyat ini untu membayar semua kerusakan-kerusakan, waktu yang terbuang dan ketakutan secara psikologis akibat perbuatan-perbuatan yang sama sekali tidak mencerminkan seorang intelektual tersebut.
Siapa yang salah?
darimana harus memulai untu memperbaiki mental-mental tersebut?
1. Dari pendidikan paling dasar dan paling dekat yaitu KELUARGA.
2. Pemahaman tentang realita dan cita-cita yang seimbang
3. Reward and punishment yang sesuai. jangan sampai maling uang 500.000 dihukum 3 bulan, maling uang 500.000.000.000 dihukum 3 tahun. Sangat ironis.
4. Berikan ruang dan pengertian yang lebih luas kepada pendidikan sopan santun di negeri ini.
Ronny Tri Wirasto
Medical School Gadjah Mada University
Wednesday, April 23, 2008
Gangguan jiwa TIDAK SELALU GILA
Selama ini pengertian yang ada di masyarakat kita (indonesia) bahwa gangguan jiwa selalu identik dengan keGILAan atau EDAN. Persepsi yang sebenarnya salah kaprah dan membuat penanganan orang-orang yang mengalami gangguan jiwa/mental (bukan gila) kurang adekuat atau optimal.
Kesalahan persepsi tadi dapat berawal dari beberapa hal yaitu :
1. Pengaruh Bahasa
Dalam bahasa Indonesia pengertian gangguan adalah suatu hal yang membuat suatu fungsi berjalan tidak sebagaimana mestinya. Namun kata gangguan dalam bahasa tidak mempunyai "sense" seperti annoy, distrub, disorder atau disfunction. Kata-kata dalam bahasa inggris tersebut mempunyai arti yang sama dalam bahasa indonesia yaitu gangguan, tetapi memiliki sense atau makna yang berbeda di dalamnya.
Orang yang mengalami mental disturbances mempunyai gejala yang lebih ringan dibandingkan orang yang mengalami mental disfunction atau mental disorder apalagi yang mengalami mental illness. Namun dalam bahasa Indonesia semua diartikan sama gangguan jiwa.
2. Pengertian Mental
Mental diartikan sempit dalam bahasa Indonesia yaitu Jiwa. Sedangkan jiwa sendiri diartikan salah kaprah dalam bahasa Indonesia. Jiwa dalam bahasa Indonesia diartikan "nyawa", Roh, barang gaib dan pengertian-pengertian lain yang sangat abstrak. Sehingga terjadi suatu pengertian kalau orang mengalami gangguan jiwa, artinya rohnya terganggu, ada pengaruh barang gaib dan sebagainya.
Mental sendiri dalam arti khusus adalah fungsi sistem saraf (otak dan persyarafannya) yang terdiri dari fungsi kognitif (berfikir), afektif (perasaan), dan psikomotor (perilaku). Sehingga gangguan yang terjadi pada salah satunya dapat dikatakan orang sedang terganggu jiwanya atau mentalnya. Mental sendiri lebih tepat dalam arti bahasa jawa yaitu JIWO yang artinya hampir mirip dengan mental.
Jadi pada dasarnya gangguan jiwa/mental mempunyai arti yang luas. SETIAP ORANG di dunia
pasti pernah atau akan pernah mengalami episode jiwanya terganggu (depresi).
Sehingga gangguan jiwa TIDAK SELALU GILA.
Ronny T Wirasto
Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa
FK UGM/RSUP DR Sardjito
Yogyakarta
Kesalahan persepsi tadi dapat berawal dari beberapa hal yaitu :
1. Pengaruh Bahasa
Dalam bahasa Indonesia pengertian gangguan adalah suatu hal yang membuat suatu fungsi berjalan tidak sebagaimana mestinya. Namun kata gangguan dalam bahasa tidak mempunyai "sense" seperti annoy, distrub, disorder atau disfunction. Kata-kata dalam bahasa inggris tersebut mempunyai arti yang sama dalam bahasa indonesia yaitu gangguan, tetapi memiliki sense atau makna yang berbeda di dalamnya.
Orang yang mengalami mental disturbances mempunyai gejala yang lebih ringan dibandingkan orang yang mengalami mental disfunction atau mental disorder apalagi yang mengalami mental illness. Namun dalam bahasa Indonesia semua diartikan sama gangguan jiwa.
2. Pengertian Mental
Mental diartikan sempit dalam bahasa Indonesia yaitu Jiwa. Sedangkan jiwa sendiri diartikan salah kaprah dalam bahasa Indonesia. Jiwa dalam bahasa Indonesia diartikan "nyawa", Roh, barang gaib dan pengertian-pengertian lain yang sangat abstrak. Sehingga terjadi suatu pengertian kalau orang mengalami gangguan jiwa, artinya rohnya terganggu, ada pengaruh barang gaib dan sebagainya.
Mental sendiri dalam arti khusus adalah fungsi sistem saraf (otak dan persyarafannya) yang terdiri dari fungsi kognitif (berfikir), afektif (perasaan), dan psikomotor (perilaku). Sehingga gangguan yang terjadi pada salah satunya dapat dikatakan orang sedang terganggu jiwanya atau mentalnya. Mental sendiri lebih tepat dalam arti bahasa jawa yaitu JIWO yang artinya hampir mirip dengan mental.
Jadi pada dasarnya gangguan jiwa/mental mempunyai arti yang luas. SETIAP ORANG di dunia
pasti pernah atau akan pernah mengalami episode jiwanya terganggu (depresi).
Sehingga gangguan jiwa TIDAK SELALU GILA.
Ronny T Wirasto
Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa
FK UGM/RSUP DR Sardjito
Yogyakarta
Subscribe to:
Posts (Atom)